Pemantapan Sumber Daya Alam yang Berkualitas Melalui Pengelolaan Hutan Desa Berkelanjutan
Home » Artikel & Laporan  »  Pemantapan Sumber Daya Alam yang Berkualitas Melalui Pengelolaan Hutan Desa Berkelanjutan
Pemantapan Sumber Daya Alam yang Berkualitas Melalui Pengelolaan Hutan Desa Berkelanjutan

Editor: Evi

Penyampaian kata sambutan dan diskusi kegiatan refleksi evaluasi kinerja yang digelar dikantor SAMPAN Kalimantan, Rabu (20/12/2023).

KUBU RAYA, sampankalimantan.id-Pengelolaan kehutanan merupakan langkah upaya untuk melestarikan hutan, melalui pemberdayaan masyarakat setempat.

Perlu upaya pemantapan sumber daya alam secara berkualitas, melalui kegiatan refleksi kerja lembaga pengelolaan hutan Desa, dalam mendukung ketercapaian pengelolaan yang lebih baik.

Kegiatan refleksi Sampan Kalimantan di tahun 2023 diadakan, berupaya untuk dapat mengidentifikasikan bagaimana tata kelola kelembagaan, kawasan dan usaha di hutan desa yang berkelanjutan.

"Peran para pihak pemerintah dengan dunia usaha, LPHD, dan lembaga pendamping, perlu untuk di dorong, sehingga pengelolaan hutan Desa dapat meningkat dan berkelanjutan," ujar Evi Salman, selaku Kepala Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan, Selasa (19/12/2023).

Ia menyampaikan, kegiatan refleksi kerja ini adalah proses untuk memperbaiki kerja kolektif kelompok hutan sosial, untuk melakukan perkembangan hutan sosial yang berkualitas dan bertangung jawab.

Pertumbuhan perhutanan sosial di Kabupaten Kubu Raya, dinilainya sangat baik, dan telah dibuktikan dengan mendapatkan apresiasi dari para kementerian lingkungan hidup dan kehutanan Republik Indonesia.

"Sehingga di bulan juni tahun 2023, Kabupaten Kubu Raya tercatat memiliki persetujuan pengelolaan hutan sosial berjumlah 32 unit, dengan luas wilayah 133,56 Ha, serta ditetapkannya KPH Kubu Raya, sebagai langkah efektif dalam mendukung masyarakat yang mandiri dan sejahtera," ungkapnya.

Menurutnya, refleksi kerja LPHD juga membuka ruang partisipatif bagi KPS, dalam mengemukakkan pendapatnya secara aktif dan langsung.

Serta mendorong, adanya keterlibatan partisipatif perempuan yang menjadi bagian penting dalam proses refleksi kerja LPHD.

Memberikan manfaat secara sosial, ekonomi dan ekologi perbaikan hutan, dan meluruskan strategi dalam melaksanakan RKPS di tahun 2024 mendatang.

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top
Scroll to Top