Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Budidaya Ikan Tirus di Desa Dabong
Home » Artikel & Laporan  »  Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Budidaya Ikan Tirus di Desa Dabong
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Budidaya Ikan Tirus di Desa Dabong

Editor: Evi

Gelembung ikan tirus hasil budidaya Desa Dabong.

KUBU RAYA, sampankalimantan.id- Pemberdayaan masyarakat melalui komoditas laut, menjadi salah satu upaya penting dalam memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat pesisir, terutama bagi masyarakat di Desa Dabong.

Melalui pendampingan SAMPAN Kalimantan, pengelolaan kawasan hutan mangrove dengan usaha silvofisheri telah menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat desa, terutama dalam penerapan budidaya ikan tirus yang akan dilakukan oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Silvofisheri Dabong Berkah dalam mendukung keberlangsungan sumber daya laut.

Selain tebar bibit ikan, pada pengujung November 2023 panen perdana ikan tirus di kawasan perhutanan sosial Desa Dabong ini menjadi bukti nyata kesuksesan silvofisheri, dalam menghasilkan produksi ikan tirus yang memiliki nilai jual tinggi.

Pembudidayaan ikan tirus oleh masyarakat Desa Dabong dilakukan dengan menerapkan metode pemeliharaan dengan menggunakan keramba, adapun proses budidaya dari ikan tirus ini membutuhkan waktu pembesaran selama tiga tahun. Dalam kurun waktu tersebut, para pembudidaya selanjutnya dapat memanen ikan tirus untuk diambil gelembungnya.

“Untuk memanen ikan tirus memang membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pembesarannya, dalam kurun waktu tiga tahun untuk memperoleh gelembung yang baik dan berkualitas,” ujar Mulyadi selaku Ketua KUPS Silvofisheri Dabong Berkah, Selasa (16/1/2024).

Potensi ekonomi dari ikan tirus ini bisa mencapai ratusan juta rupiah. Menariknya bukan karena dagingnya, namun gelembung dari ikan tirus itu sendiri yang memiliki nilai yang fantastis yang dianggap memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa berharganya.

Sehingga, lanjut Mulyadi, keberhasilan para pembudidaya ikan tirus sebagai bukti nyata dalam mendukung perhutanan sosial, khususnya hutan mangrove di Desa Dabong, sehingga dapat mendorong pengembangan sektor-sektor alternatif lain yang tidak hanya bertumpu pada satu komoditas saja, namun pada pengelolaan hasil laut lainnya.

Upaya pemberdayaan masyarakat melalui komoditas laut ini, diharapkan menjadi modalitas penting untuk kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat pesisir, khususnya di Desa Dabong dalam meningkatkan aktivitas perikanan, budidaya, dan pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan, melalui pendampingan yang dilakukan oleh SAMPAN Kalimantan

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top
Scroll to Top