Penanaman Pohon Menjadi Metode Terbaik Dalam Mereduksi Emisi Karbon
Home » Artikel & Laporan  »  Penanaman Pohon Menjadi Metode Terbaik Dalam Mereduksi Emisi Karbon
Penanaman Pohon Menjadi Metode Terbaik Dalam Mereduksi Emisi Karbon

Sekda Kubu Raya, Yusran Anizam, S.Sos., M.Si., dalam Penanaman serentak diseluruh Indonesia yang dilaksanakan di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (14/01/2024).

KUBU RAYA, sampankalimantan.id- Pj Sekda Kalbar, Muhammad Bari, S.Sos., M.Si., mengungkapkan, penanaman pohon menjadi salah satu metode terbaik dalam mengurangi emisi karbon.

"Selain mudah dan murah dari segi biaya, dan sekaligus dapat memberikan manfaat dan dukungan dalam skala yang luas," ungkapnya, saat menghadiri kegiatan penanaman pohon serentak seluruh Indonesia, yang berada di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (14/01/2024).

Akhir ini telah ramai diperbincangkan, terkait teknologi Carbon Capture Storage (CCS), metode untuk menguragi emisi. Namun penggunaan teknologi ini dalam ajang COP-28 lalu di Dubai masih menjadi perdebatan terkait dengan ke efektifanya. Disamping itu, dari sisi biaya juga relatif mahal.

Bari menyampaikan, adapun untuk proses penghijauan tidak membutuhkan waktu yang lama, pohon merupakan Carbon Capture Storage (CCS) alami milik bumi, yang memiliki kemampuan untuk menangkap dan menyimpan karbon, di setiap bagiannya mulai dari akar, batang hingga daun.

Terlepas dari segala perdebatan, metode mana yang tepat dalam memerangi perubahan iklim, yang terpenting menurutnya adalah melakukan aksi nyata dan bukan hanya sekedar retrorika.

Salah satunya dengan melakukan kegiatan penanaman pohon, yang dilakukan secara bersama dan berkesinambungan. Ia juga meminta kepada kelompok petani pengelola hutan, untuk tidak melakukan kegiatan seperti pembakaran hutan

"Kami minta untuk selalu mengedepankan kehati-hatian dalam pelaksanaan kegiatan pengelola hutan, dilarang membakar untuk membuka lahan, mengigat areal ini merupakan hutan lindung yang berstatus tanah gambut, ujarnya.

Ia pun mengajak KPH Kubu Raya untuk dapat terus mendorong kelompok tani dalam pengelolan hutan, menjadi kelompok perhutanan sosial agar dapat menjadi legalitas dalam pemanfaatan kawasan hutan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top
Scroll to Top