Hutan Mangrove Mampu Dongkrak Perekonomian Masyarakat Dabong
Home » Artikel & Laporan  »  Hutan Mangrove Mampu Dongkrak Perekonomian Masyarakat Dabong
Hutan Mangrove Mampu Dongkrak Perekonomian Masyarakat Dabong

Editor : Evi

Para nelayan pembudidaya ikan tirus di hutan mangrove Desa Dabong.

KUBU RAYA, sampankalimantan.id- Desa Dabong memiliki hutan mangrove yang memegang peranan penting bagi kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pesisir, kawasan yang dijuluki oleh masyarakat sebagai hutan bakau ini, menjadi sumber perekonomian utama bagi masyarakat, khususnya para nelayan yang berburu hasil tangkapan laut.

Melimpahnya komoditas laut di hutan mangrove, menjadi aktivitas menangkap ikan merupakan kegiatan yang umum dilakukan oleh masyarakat Desa Dabong. Para nelayan mengandalkan hasil tangkapan ini, guna memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Selain hasil tangkapan ikan, hutan mangrove juga menyediakan berbagai jenis biota laut seperti kepiting bakau, udang, kerang dan masih banyak lagi hasi laut lainnya, yang bermukim sebagai tempat perkembangbiakannya.

Banyaknya potensi yang dimiliki hutan mangrove Dabong, memberikan kelegaan bagi nelayan yang tanpa khawatir lagi akan kebutuhan hidupnya, lewat laut yang menawarkan kelimpahannya merupakan sebuah berkah yang patut untuk mereka syukuri.

Menelisik lebih dalam, kehidupan nelayan tak lepas dari perahu yang menjadi alat transportasi. Menghabiskan waktu di atas perahu sudah menjadi kebiasaan yang melekat di kehidupan nelayan, suara ombak yang berdentuman menyapa seakan sudah akrab di telinga mereka.

Dalam berburu tangkapan laut, Ketua KUPS Silvofisheri Dabong Berkah, Mulyadi mengatakan penggunaan alat yang dipakai nelayan, masih terbilang cukup sederhana dengan hanya bermodalkan perangkap berupa jala ikan dan bubu.

Menurutnya, berkerja sebagai nelayan memang sejak dulu sudah ditekuni oleh warga sekitar, dalam membantu menunjang perekonomian, bahkan beberapa masyarakat sudah paham betul bagaimana memanfaatkan hasil laut lewat budidaya seperti kepiting bakau dan ikan tirus.

“Para nelayan sudah sangat pandai mengolah hasil laut, dalam satu kali panen kepiting bisa menghasilkan jutaan rupiah, bahkan seperti budidaya ikan tirus 1 kg gelembus mencapai ratusan juta rupiah,” paparnya.

Tentu, upaya pengelolaan hutan yang baik oleh masyarakat Desa, kedepanya dapat memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga membantu kesejahteraan masyarakat untuk selalu menjaga dan memelihara ketersedian hasil hutan yang ada.

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top
Scroll to Top