Gula Semut Olahan Tradisional Dengan Kenikmatan Rasa dan Kualitas

KUBU RAYA, sampankalimantan.id- Gula semut merupakan salah satu produk olahan nira dari pohon kelapa, yang mana proses pembuatan gula semut masih dilakukan secara  tradisional.

Tak jauh berbeda dengan pembuatan gula merah, gula semut menawarkan keunggulan yang menarik bagi berbagai kalangan, oleh karena itu gula semut banyak diminati oleh pecinta makanan manis.

Keunikan gula semut terletak pada teksturnya yang lebih halus, hampir mirip dengan gula pasir karena melalui proses sangrai dan penghalusan.  Ini membuatnya lebih mudah untuk digunakan dalam berbagai jenis masakan dan minuman. Ini membuatnya lebih mudah untuk digunakan dalam berbagai jenis makanan maupun minuman.

Salah satu aspek yang membedakan gula semut adalah penggunaan bahan-bahan alami tanpa tambahan bahan kimia. Berbeda dengan pembuatan gula merah yang sering melibatkan pemberian sodium dan kapur untuk pengawetan, gula semut tidak memerlukan tambahan tersebut. Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang lebih aman dan sehat.

Selain itu, gula semut dapat dikonsumsi langsung tanpa perlu khawatir akan efek samping dari bahan pengawetan. Sebaliknya, proses pembuatan gula merah sering melibatkan pemberian sodium dan kapur untuk pengawetan pada nira kelapa.

Meskipun harganya lebih tinggi daripada gula merah, gula semut memiliki nilai jual yang lebih tinggi karena kualitasnya yang baik dan tidak menggunakan bahan pengawet selama proses pembuatan sehingga gula semut tetap menjadi favorit di pasar makanan lokal.

Gula Semut Olahan Tradisional Dengan Kenikmatan Rasa dan Kualitas Read More »

Pemanfaatan Nira Kelapa Menjadi Produk Olahan Gula Semut di Desa Kubu

KUBU RAYA, sampankalimantan.id- Pemanfaatan nira kelapa sebagai bahan baku untuk produk olahan gula semut semakin digemari ditengah masyarakat. Salah satunya Desa Kubu, yang berada di Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya ini, telah berhasil memanfaatkan potensi nira kelapa menjadi gula semut yang berkualitas.

Pemanfaatan nira kelapa sebagai bahan baku gula semut telah memberikan manfaat dalam membantu perekonomian masyarakat desa disana. Proses produksi gula semut dari nira kelapa ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi petani kelapa di desa ini, tetapi juga memberikan peluang kerja baru bagi masyarakat setempat.

Salah satu keunggulan utama dari gula semut yang dihasilkan dari nira kelapa ini dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet. Selain memiliki tekstur halus, gula semut ini cocok untuk dijadikan berbagai olahan makanan maupun minuman. Hal ini menjadikan produk olahan gula semut diminati di pasar-pasar lokal hingga nasional.

Namun demikian, pemanfaatan nira kelapa di Desa Kubu untuk produksi gula semut juga dihadapkan pada beberapa tantangan, salah satunya dalam hal pemasaran.

Selain itu, pemasaran juga menjadi faktor penting dalam mempromosikan produk olahan ini ke pasar yang lebih luas. Meskipun memiliki potensi yang besar, namun minimnya promosi dan distribusi dapat menghambat penetrasi pasar yang lebih luas.

Oleh karena itu, diperlukan strategi pemasaran yang tepat dan efektif untuk meningkatkan daya saing produk ini, agar dikenal luas di pasar-pasar lokal hingga nasional.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, pemanfaatan nira kelapa menjadi produk olahan gula semut di Desa Kubu diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Editor: Evi

Pemanfaatan Nira Kelapa Menjadi Produk Olahan Gula Semut di Desa Kubu Read More »

Peran Usaha Kelapa dalam Menciptakan Lapangan Kerja Lokal

KUBU RAYA, sampankalimantan.id-Bukan hanya sebagai tempat penampungan kelapa saja, tetapi juga menjadi ladang peluang kerja bagi masyarakat yang tinggal di Desa Ambarawa.

Dari memanjat kelapa hingga mengolah buah kelapa untuk dijadikan produk olahan bernilai ekonomi. Setiap tahap produksi memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkontribusi.

Pada musim panen, ramai masyarakat berbondong-bondong untuk mengolah hasil kelapa. Dengan berbekalan alat seadanya, telihat mereka sangat mahir serat terampil dalam menggunakan alat tersebut.

Selain menjadi tempat penampungan hasil kelapa, usaha Intan (30) di Desa Ambarawa memberikan peluang kerja bagi masyarakat disana.

Pembuatan kopra menjadi salah satu fokus utama dalam usaha ini, dan banyak ibu rumah tangga yang terlibat guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Proses ini membutuhkan waktu yang cukup panjang, dimulai dari pengupasan hingga proses pengeringan atau penyalaian kelapa.

Baik laki-laki maupun perempuan, keduanya turut serta dalam mengolah hasil kelapa. Waktu yang diperlukan biasanya sekitar empat hingga delapan jam sehari, tergantung pada jumlah kelapa yang harus diolah.

“Kelapa telah melekat pada kehidupan masyarakat di Desa Ambarawa. Bahkan, kegiatan rutin kelapa tidak terikat pada waktu ada yang bahkan bekerja di malam hari,” ujarnya.

Aroma asap dari pembakaran sabut kelapa menjadi pemandangan khas, yang menunjukkan betapa pentingnya kelapa sebagai mata pencaharian utama bagi disana.

Mereka tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga menjaga tradisi dan menciptakan suasana kampung halaman yang kental dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Ambarawa.

Editor: Evi

Peran Usaha Kelapa dalam Menciptakan Lapangan Kerja Lokal Read More »

Potensi Kelapa Lokal Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Ambarawa

KUBU RAYA, sampankalimantan.id- Keberadaan tanaman kelapa lokal masih tetap memancarkan sinarnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperluas peluang ekonomi di desa-desa terpencil, salah satunya yang berada di Desa Ambarawa, Kabupaten Kubu Raya.

Desa Ambarawa terkenal dengan lanskapnya yang hijau subur dan keramahan penduduknya. Namun, di balik keindahan alamnya, terdapat upaya sungguh-sungguh dari para petani lokal dalam mengembangkan potensi kelapa lokal sebagai sumber penghidupan utama mereka.

Tanaman kelapa, yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, kini menjadi aset ekonomi yang penting bagi desa ini. Pemanfaatan kelapa lokal tidak hanya memperkaya tanah, tetapi juga membangun kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Para petani di Desa Ambarawa, mereka mengolah hasil panen menjadi produk-produk bernilai tambah seperti santan, minyak kelapa, arang dari tempurung kelapa, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan setiap bagian kelapa, hingga sabut kelapa dijadikan bahan pembakaran.

Pengembangan potensi kelapa lokal di Desa Ambarawa menciptakan lapangan kerja bagi penduduk lokal, hal ini menjadikan pendapatan tambahan.

Pendapatan dari penjualan produk-produk berbahan dasar kelapa telah memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat desa.

Kembali menjadi sorotan, kali ini perbincangan berkisar pada dominasi kelapa lokal dan minimnya minat terhadap hibrida di wilayah tersebut.

Menurut para petani setempat, kelapa lokal di Desa Ambarawa tidak hanya lebih melimpah, tetapi juga lebih tinggi, dan jarang dimanfaatkan hasil sadapan atau pemanfaatan niranya saja.

“Hibrida kurang diminati di sini karena kelapa lokal memang lebih banyak dan memiliki kualitas yang memadai, dan juga karena lebih mudah dalam pengelolaan dan hasilnya pun memuaskan,” ujar Bakri Selaku Kepala Desa Ambarawa.

Tak hanya itu, diakui Bakri kondisi tanah yang subur di Desa Ambarawa  juga menjadi faktor penting dalam pemeliharaan kebun kelapa.

Parit-parit kecil telah dibuat di sekitar kebun kelapa untuk menjaga kelembaban tanah, sementara semak-semak di sekitarnya dijaga agar tidak tumbuh berlebihan. Hal ini memastikan bahwa pohon kelapa mendapatkan nutrisi yang cukup tanpa perlu menggunakan pupuk tambahan.

Menurut Kepala Desa Ambarawa, keberhasilan dalam pemeliharaan kebun kelapa telah memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.

Dengan demikian, kelapa lokal tetap menjadi primadona di Desa Ambarawa, sementara pemeliharaan terus diupayakan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan produksi kelapa.

Editor: Evi

Potensi Kelapa Lokal Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Ambarawa Read More »

Panen Perdana Kepiting KUPS Silvofisheri Dabong Berkah di Desa Dabong

KUBU RAYA, sampankalimantan.id- Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Silvofisheri Dabong Berkah melakukan panen perdana kepiting bakau, ini berhasil memproduksi sebanyak 200 ekor kepiting bakau, berukuran sekitar 400-800 gram per ekor, yang berlokasi di Desa Dabong, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (27/04/2024).

Panen ini merupakan hasil dari kerja keras anggota KUPS Silvofisheri Dabong Berkah yang mengelola tiga tambak kepiting selama tiga bulan. Bibit kepiting dibiakkan dengan teliti hingga siap untuk dipanen.

PT BSM, melalui SAMPAN Kalimantan, memberikan dukungan penting kepada nelayan Desa Dabong dalam mengembangkan usaha perhutanan sosial, terutama dalam pembesaran kepiting. Dukungan ini mencakup penyediaan bibit dan pendanaan untuk meningkatkan produksi kepiting.

Asisten Community Deveploment PT. BSM, Abdurrahmansyah Siagian menyampaikan, adanya kegiatan usaha yang diberikan kepada kelompok masyarakat, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Dabong, melalui pemberdayaan sektor perikanan dalam perhutanan sosial. Sehingga apa yang diingingkan hutan lestari dan masyarakat yang sejahtera dapat diwujudkan, dengan program yang bekaitan dengan perekonomian masyarakat setempat.

Sementara itu, Manager Business Deveploment SAMPAN Kalimantan, Nuryani mengatakan, bibit kepiting yang ada tersebut, diperoleh dari hasil tangkapan para nelayan sekitar, kemudian dilakukan pembesaran di masing-masing tambak milik anggota KUPS yang ada di Desa Dabong.

“Pendampingan ini, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang juga ikut turut serta melakukan pelestarian hutan desa, dan besar harapan dari yang sebelumnya berkerja sebagai pengambil kayu, kini dapat beralih kepada aktivitas yang tidak merusak hutan desa,” jelasnya.

Dikatakan, melalui kegiatan pemberdayaan ekonomi, masyarakat akan semakin sadar pentingnya menjaga kelestarian hutan mangrove disekitar desa, karena bibit kepiting yang baik dan berkualitas diperoleh dari lingkungan yang masih terjaga.

Keberdaan mangrove, juga memberikan dampak positif untuk kepiting memperoleh pakan secara alami, sehingga pembesaran kepiting dapat dengan mudah dilakukan.

Demikian pula, tambak sebagai tempat pembesaran kepiting dengan ekosistem mangrove yang baik, maka mampu meyediakan bibit-bibit unggul selama proses pembesaran berlangsung.

Editor: Evi

Panen Perdana Kepiting KUPS Silvofisheri Dabong Berkah di Desa Dabong Read More »

Pemberdayaan Ekonomi Daerah Dalam Mengoptimalkan Potensi Kelapa di Desa Ambarawa

KUBU RAYA, sampankalimantan.id- Intan (30) pemilik dari usaha arang tempurung kelapa di Desa Ambarawa, selain itu ia juga menerima penjualan hasil dari kebun kelapa oleh masyarakat sekitar yang sudah diolah menjadi kelapa kering atau kopra.

Ia menerima olahan berbagai kelapa, mulai dari kelapa bulat hingga yang sudah  diolah menjadi bahan mentah dalam proses pembuatan minyak kelapa.

Sebagaimana diketahui, di Desa Ambarawa terkenal dengan olahan hasil kelapa salah satunya batok kelapa yang dijadikan sebagai arang tempurung.

Tingginya antusias masyarakat setempat dalam mengolah kelapa, menjadikanya salah satu desa unggulan dengan potensi komoditas kelapa yang melimpah.

Kelapa bulat, yang diperoleh dari masyarakat sekitar, kemudian ia olah menjadi kopra yang dimana dalam proses pembuatanya tentu membutuhkan waktu mulai dari pengupasan, mengcungkil hingga mengeringkannya, semua itu dikerjakan dengan bantuan masyarakat sekitar yang berkerja sebagai buruh kelapa, baik lelaki maupun perempuan turut andil bagian dalam proses pengolahan kelapa.

Kelapa yang didapat dari para petani, nantinya kelapa ini akan dipisahkan sesuai dengan ukuran atau besarannya. Kelapa dengan bobot yang berat dan berukuran besar akan dijual bulatan saja tanpa diolah, sedangkan kelapa dengan ukuran kecil oleh masyarakat disana akan diolah menjadi kelapa kering atau kopra.

Tempat pengeringan kelapa, atau yang disebut masyarakat sebagai langkau kelapa, menjadi satu-satunya cara yang dilakukan, saat musim cuaca tak menentu.

Adapun untuk proses pembakaran, dirinya memanfaatkan sisa-sisa limbah dari sabut kelapa yang telah dipisahkan dari buahnya, dengan penggunaan sabut ini, masyarakat sekitar dapat meminimalisir penggunaan kayu untuk dijadikan bahan bakar.

Mengigat limbah dari sabut kelapa ini, sangatlah melimpah karena belum adanya upaya pemanfaatan sabut sebagai inovasi terbaru, maka masyarakat hanya menggunakannya untuk proses pengeringan kelapa saja.

Proses pembakaran kelapa untuk dijadikan kopra, dengan menggunakan langkau dianggap mereka suatau cara yang sangat efektif, mudah dan murah serta tak membutuhkan waktu yang lama dalam tahap pengeringan.

Pengeringan kelapa hanya membutuhkan waktu tiga hari, dengan pengeringan yang sempurna dan bersamaan, berbeda dengan pengeringan dengan menggunakan sinar matahari.

Selain penggunaan sabut dari limbah kelapa, untuk tempurung atau batok kelapa juga dijadikan sebagai bahan bakar, sehingga bagian dari buah kelapa benar-benar dimanfaatkan secara keseluruhan.

Masyarakat Desa Ambarawa menunjukkan semangat tinggi dalam mengoptimalkan potensi kelapa sebagai sumber pendapatan utama. Dipimpin oleh tokoh lokal Intan pemilik usaha arang tempurung kelapa, desa ini telah menjadi pusat kegiatan pengolahan kelapa yang yang memberikan manfaat besar bagi warga desa setempat.

Editor: Evi

Pemberdayaan Ekonomi Daerah Dalam Mengoptimalkan Potensi Kelapa di Desa Ambarawa Read More »

Pameran Produk Kelompok Usaha Perhutanan Sosial

PONTIANAK, sampankalimantan.id- SAMPAN Kalimantan dalam kemitraan multi usaha bersama PT BSM, turut memfasilitasi promosi produk dari elompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dampingan di Lanskap Kubu Raya.

Upaya ini diwujudkan melalui pameran produk dalam kegiatan Rapat Kerja Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan tahun 2024, yang berlangsung di Hotel Aston Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (2/5/2024).

Dalam pameran tersebut, produk-produk unggulan dari Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di lanskap  Kubu Raya turut dipamerkan, antara lain adalah kopi mak, madu kelulut, dan ubondas. Keberadaan produk-produk olahan tersebut menjadi bukti konkret dari potensi ekonomi yang dimiliki oleh KUPS dalam mengelola lanskap hutan di wilayah Kubu Raya.

Pameran produk ini memberikan kesempatan bagi KUPS untuk memperkenalkan hasil-hasil usaha mereka kepada publik. Dari perhutanan sosial, beragam produk unggulan dipamerkan, mulai kopi mak, madu kelulut, dan UBONDAS atau udang rebon pedas. Hal ini menjadi ajang yang penting bagi KUPS untuk meningkatkan visibilitas dan pemasaran produk mereka.

Dr. Ir. Bambang Hendroyono, M.M, dengan antusias menyambut produk-produk yang dipamerkan di stand. Beliau memberikan apresiasi atas upaya kolaboratif antara SAMPAN Kalimantan dan KUPS di lanskap Kubu Raya dalam mempromosikan produk-produk lokal. Kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk memberikan dukungan dan dorongan kepada para pelaku usaha di sektor perhutanan sosial.

Pameran produk tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi KUPS dalam meningkatkan pemasaran produk mereka, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Selain itu, kerjasama antara Sampan Kalimantan, PT BSM, dan KUPS juga diharapkan dapat terus berlanjut untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di sektor perhutanan sosial, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem hutan Kalimantan.

Editor: Evi

Pameran Produk Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Read More »

Tanaman Kelapa Sejuta Manfaat Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Ambarawa

KUBU RAYA, sampankalimantan.id- Selain kaya akan manfaat, tanaman kelapa memiliki peranan besar dalam membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Maka tak heran kelapa disebut tanaman dengan sejuta manfaat.

Dari mulai akar yang dapat dijadikan sebagai ramuan untuk obat tradisional, batang kelapa ternyata seringkali digunakan oleh sebagian besar masyarakat untuk bangunan, serta daun yang dapat diolah menjadi pembungkus makanan serta pembuatan lidi.

Tentu yang tak kalah menarik, buah dari kelapa ini yang dapat diolah menjadi berbagai kebutuhan, seperti dalam pembuatan santan, minyak kelapa, hingga batoknya yang dapat dijadikan arang tempurung.

Jay, seorang petani kelapa di Desa Ambarawa, dalam kesehariannya memiliki rutinitas pada pengolahan kelapa.

Kelapa menjadi salah satu penopang utama bagi warga Desa Ambarawa, yang bergantung pada hasil kebun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meskipun bergantung pada hasil kebun, Jay dan masyarakat di Desa Ambarawa sering menghadapi tantangan, terutama dalam harga untuk pemasaran.

Harga kelapa yang kadang tak menentu, juga mempengaruhi pendapatan petani kelapa di Desa Ambarawa.

Biasanya rentang harga yang ditawarkan mulai dari Rp 1.300 hingga Rp 2.200 untuk per butir, tergantung pada cara pengolahan dan kualitas kelapa, membuat petani harus cerdas dalam strategi pemasaran.

Editor: Evi

Tanaman Kelapa Sejuta Manfaat Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Ambarawa Read More »

Scroll to Top