Pemberdayaan Ekonomi Daerah Dalam Mengoptimalkan Potensi Kelapa di Desa Ambarawa

KUBU RAYA, sampankalimantan.id- Intan (30) pemilik dari usaha arang tempurung kelapa di Desa Ambarawa, selain itu ia juga menerima penjualan hasil dari kebun kelapa oleh masyarakat sekitar yang sudah diolah menjadi kelapa kering atau kopra.

Ia menerima olahan berbagai kelapa, mulai dari kelapa bulat hingga yang sudah  diolah menjadi bahan mentah dalam proses pembuatan minyak kelapa.

Sebagaimana diketahui, di Desa Ambarawa terkenal dengan olahan hasil kelapa salah satunya batok kelapa yang dijadikan sebagai arang tempurung.

Tingginya antusias masyarakat setempat dalam mengolah kelapa, menjadikanya salah satu desa unggulan dengan potensi komoditas kelapa yang melimpah.

Kelapa bulat, yang diperoleh dari masyarakat sekitar, kemudian ia olah menjadi kopra yang dimana dalam proses pembuatanya tentu membutuhkan waktu mulai dari pengupasan, mengcungkil hingga mengeringkannya, semua itu dikerjakan dengan bantuan masyarakat sekitar yang berkerja sebagai buruh kelapa, baik lelaki maupun perempuan turut andil bagian dalam proses pengolahan kelapa.

Kelapa yang didapat dari para petani, nantinya kelapa ini akan dipisahkan sesuai dengan ukuran atau besarannya. Kelapa dengan bobot yang berat dan berukuran besar akan dijual bulatan saja tanpa diolah, sedangkan kelapa dengan ukuran kecil oleh masyarakat disana akan diolah menjadi kelapa kering atau kopra.

Tempat pengeringan kelapa, atau yang disebut masyarakat sebagai langkau kelapa, menjadi satu-satunya cara yang dilakukan, saat musim cuaca tak menentu.

Adapun untuk proses pembakaran, dirinya memanfaatkan sisa-sisa limbah dari sabut kelapa yang telah dipisahkan dari buahnya, dengan penggunaan sabut ini, masyarakat sekitar dapat meminimalisir penggunaan kayu untuk dijadikan bahan bakar.

Mengigat limbah dari sabut kelapa ini, sangatlah melimpah karena belum adanya upaya pemanfaatan sabut sebagai inovasi terbaru, maka masyarakat hanya menggunakannya untuk proses pengeringan kelapa saja.

Proses pembakaran kelapa untuk dijadikan kopra, dengan menggunakan langkau dianggap mereka suatau cara yang sangat efektif, mudah dan murah serta tak membutuhkan waktu yang lama dalam tahap pengeringan.

Pengeringan kelapa hanya membutuhkan waktu tiga hari, dengan pengeringan yang sempurna dan bersamaan, berbeda dengan pengeringan dengan menggunakan sinar matahari.

Selain penggunaan sabut dari limbah kelapa, untuk tempurung atau batok kelapa juga dijadikan sebagai bahan bakar, sehingga bagian dari buah kelapa benar-benar dimanfaatkan secara keseluruhan.

Masyarakat Desa Ambarawa menunjukkan semangat tinggi dalam mengoptimalkan potensi kelapa sebagai sumber pendapatan utama. Dipimpin oleh tokoh lokal Intan pemilik usaha arang tempurung kelapa, desa ini telah menjadi pusat kegiatan pengolahan kelapa yang yang memberikan manfaat besar bagi warga desa setempat.

Editor: Evi

Archive

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top